AI Center Universitas Udayana (UCEAI) saat ini tengah mengembangkan inovasi teknologi mutakhir yang memanfaatkan Deep Learning untuk melakukan rekonstruksi 3D pada objek fisik, khususnya patung dan ukiran khas Bali. Proyek ini dirancang sebagai langkah strategis dalam upaya konservasi digital warisan budaya agar tetap terjaga secara presisi dalam format model digital.
Metodologi dan Teknologi Utama
Pengembangan ini berfokus pada efisiensi pengolahan citra dengan menggunakan beberapa pendekatan teknis utama:
Multiview Diffusion & Sparse View: Sistem ini mampu menghasilkan model 3D yang padat dan realistis meskipun data masukan (citra) yang tersedia sangat terbatas (sparse-view reconstruction).
Generasi dari Citra Tunggal: Berkat bantuan diffusion model dan mekanisme atensi, teknologi ini memungkinkan pembuatan banyak citra yang konsisten dari berbagai sudut pandang hanya dengan bermodalkan satu citra tunggal sebagai referensi.
Representasi 3D dan Mekanisme Atensi: Proses rekonstruksi dilakukan dengan menggabungkan informasi multi-sudut melalui encoder dan representasi 3D untuk menghasilkan detail objek yang akurat.
Implementasi model AI ini bertujuan untuk mentransformasi patung dan ukiran fisik Bali menjadi aset digital berkualitas tinggi. Hal ini tidak hanya berfungsi sebagai arsip dokumentasi, tetapi juga sebagai pondasi penting bagi pelestarian budaya di era digital, memungkinkan pemulihan objek jika terjadi kerusakan fisik di masa depan.